Fakhri Optimistis Timnas U-16 Masih Bisa Lolos ke Semifinal
Fakhri Optimistis Timnas U-16 Masih Bisa Lolos ke Semifinal

CHONBURI -- Timnas Garuda Indonesia U-16, masih optimistis dapat lolos fase Grup A Piala AFF U-15 2017. Pelatih Fakhri Husaini mengatakan, masih tersisa 3 pertandingan bagi para penggawanya, agar mampu menembus babak semifinal pada gelaran tersebut. Fakhri menyampaikan, sikap tidak ragu dirinya itu juga dinyatakan oleh para pemain. "Anak-anak juga selesai pertandingan kemarin (11/7), yakin masih dapat menang di 3 pertandingan yang selanjutnya," kata dia, dari Chonburi, Thailand kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/7). kesebelasan Garuda Asia dibikin kandas oleh tuan rumah Thailand, pada Selasa (11/7). pertandingan putaran kedua babak penyisihan Grup A antara 2 kesebelasan di IPE Campus Stadium, berakhir dengan skor 0-1. Itu menjadi kekalahan pertama para pemain muda Indonesia di gelaran sepak bola junior di Asia Tenggara tersebut. Pada pertandingan putaran pertama, minggu (9/7), Indonesia pun cuma mampu bermain imbang dari Myanmar dengan skor 2-2. Sekali hasil imbang dan satu kali kekalahan, membuat timnas Merah Putih berada di peringkat kelima, dengan nilai satu angka. Posisi tersebut, setingkat lebih baik dari penghuni dasar klasemen, Singapura. "Kalau kecewa, kita (tim pelatih) dan anak-anak masih kecewa. Itu wajar. Terutama mereka (pemain)," sambung Fakhri. Akan tetapi, Fakhri menambahkan, para pemain juga masih punya harapan. "Dan saya pun mesti yakin bahwa mereka masih dapat bangkit," kata dia. Selanjutnya, di putaran ketiga Indonesia bakal menghadapi Australia, pada Rabu (12/7). Timnas muda dari negeri Kanguru tersebut, saat ini berada di peringkat ketiga dengan nilai 3 angka di papan klasemen grup. Kesebelasan pelatih Tony Vidmar tersebut, di 2 putaran terakhir tercatat sekali kalah dan satu kali menang. Kekalahan Australia, terjadi pada putaran pertama grup, pada minggu (9/7). Ketika itu, kesebelasan tersebut kandas 1-2 dari kesebelasan Gajah Perang. tapi kesebelasan Australia mampu menang besar dari Singapura pada putaran kedua, pada Selasa (11/7), dengan skor 8-0. Sementara 2 kesebelasan negara lainnya di Grup A, yakni Myanmar dan Laos, masing-masing menempati posisi kedua dan keempat. Myanmar, punya nilai empat angka setelah main imbang dari Indonesia, dan menang dari Laos dengan skor 2-0 di putaran kedua. Sedangkan Laos, punya nilai 3 setelah sekali menang 2-0 dari Singapura pada minggu (9/7). Terkait pertandingan Indonesia kontra Australia, tidak perjumpaan pertama. Kedua kesebelasan, tercatat telah 2 kali melakoni tanding di gelaran serupa dalam satu dekade terakhir. Pada Piala AFF U-15 2016, Australia menjadi juara. Tapi, ketika itu, skuat Garuda Asia tak dapat ikut lantaran sanksi dari FIFA. Kedua kesebelasan, pada Piala AFF U-15 2013, pernah bertanding saat merebutkan tiket ke final. Perjumpaan di semifinal, di Myanmar 3 tahun lalu, dimenangkan oleh Indonesia lewat adu penalti. Austrlia, ketika itu mampu menahan imbang dengan skor 2-2. Tapi, adu 12 pas, Indonesia mampu menang 5-4 dari Australia. Kemenangan Indonesia atas Australia ketika itu, boleh dibilang balas dendam skuat Garuda atas Kanguru. Pada Piala AFF U-15 2008, Australia pernah membantai enam gol tanpa balas Indonesia di babak penyisihan di Kamboja. Itu kali pertama tim muda dari negara yang berada di benua lain, mengangkat tropi juara paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut. Fakhri melanjutkan, riwayat pertandingan antara Indonesia dan Australia sebelumnya, tak dapat menjadi acuan. Kata dia, tim kepelatihannya, cuma menjadikan permainan Asutralia di gelaran tahun ini, sebagai tumpuan agar dapat melumpuhkan kesebelasan tersebut. Menurut dia, klub muda Australia, juga tidak klub sembarangan yang dapat dianggap remeh. "Saya melihat permainan mereka (Australia). Mereka kesebelasan yang kuat. Kalah satu kali dari Thailand, tapi dapat bangkit saat menghadapi Singapura, dan menang kemarin," kata Fakhri. Menurut dia, Australia, pun punya permainan yang baik, selain punya fisik yang lebih baik dari para penggawanya. Akan tetapi, kata pelatih 51 tahun tersebut, David Maulana dan kawan-kawan masih punya semangat untuk dapat membayar hasil negatif di 2 pertandingan sebelumnya. "Melawan Asutrlia besok ibarat final bagi kami. Dan kami mesti benar-benar siap menghadapi mereka," sambung Fakhri.
Sumber : bola.republika.co.id
Post a Comment